Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja

Kisah sukses mahasiswi USU, kuliah & merintis bisnis modal semangat

Diposkan: 19 Feb 2015 20:03:14 PM Dibaca: 11387 kali


Merdeka.com - Seiring perkembangan teknologi, kemunculan ponsel makin tak terbendung. Sejak tahun 2000-an lalu, berbagai model dan merek ponsel hadir, mulai dari yang biasa hingga yang canggih dengan metode layar sentuh.

Mereka yang dulu punya ponsel tentu tak semudah sekarang bila alat komunikasi itu mengalami kerusakan. Dulu, bengkel ponsel tak banyak sebanyak sekarang. Jadi mau tak mau pemilik handphone harus membawanya ke counter resmi.

Rupanya, masalah ini dilihat Alween Ong sebagai peluang bisnis. Dari sinilah awal mimpi besarnya menjadi pengusaha besar dimulai.

Sebenarnya, menjadi wirausaha sudah dimulai Alween dari dagangan kecil-kecil. Mulai dari dagang ikat pinggang, makelar ponsel hingga perantara jual beli kendaraan.

"Lumayan, ada uang saku yang peroleh," kata Alween, dalam buku Rhenald Kasali Wirausaha Muda Mandiri.

Lantas apa yang membuat wanita berjilbab ini banting setir jadi mekanik ponsel yang rusak?

Ceritanya, suatu hari teman Alween pusing karena ponselnya rusak. Sebagai anak muda yang hidup di era modern, rasa hidup tanpa ponsel menjadi masalah besar.

Dari situlah, Alween iseng membantu rekannya itu. Jujur saja, kata Alween, saat itu dirinya tak memiliki keahlian khusus soal utak atik mesin ponsel.

"Saya belajar otodidak saja. Mulai dari membaca buku, melihat teman memperbaiki ponsel hingga utak-atik sendiri. Alhamdulillah, berkat tekad yang kuat, doa dan usaha, saya berhasil memperbaiki ponsel," jelasnya.

Sebagai pemula di kotanya, di Medan, Alween optimis usaha ini akan berkembang seiring dengan tingginya pengguna ponsel di mana. Terlebih, dia punya keyakinan tak setiap orang yang ponselnya rusak langsung ingin mengganti dengan yang baru.

"Ada nilai sentimentilnya, meskipun bisa membeli ponsel baru, banyak orang yang sayang pada ponsel lamanya karena ada sejarah sangat berarti. Dan itu dijadikannya sebagai peluang bisnis," jelas alumni Ilmu Politik, FISIP USU ini.

Benar saja, dari satu, dua kemudian bertambah banyak reparasi ponsel yang dia diterima. Mulai mendapat respons yang baik, wanita yang lahir Januari 1985 itu semakin serius menggarap bisnisnya sambil kuliah.

Dia kemudian mengembangkan usahanya, dengan cara apa?

Dia mulai memikirkan lokasi untuk membuka usahanya. Kebetulan, di kampusnya ada pasar khusus mahasiswa yang dinamakan Pasar USU. Di sanalah dia mulai terima orderan reparasi. Biar matching dengan profesinya, kios kecil itu dinamakan Alween dengan Clinic Handphone.

"Di sana saya menjabat semuanya, mulai dari pemilik outlet, memperbaiki ponsel, menjadi kasir, sampai membuka dan menutup toko," tambahnya.

"Kalau sakit ya tokonya tutup," ucapnya sambil tertawa.

Dengan harga murah yang ditawarkan, dan mendengar testimoni dari pelanggan yang ponselnya sukses Alween perbaiki, pelanggan baru berdatangan. Melihat keuletan Alween, tamu-tamunya menyarankan Alween mengikuti lomba Wirausaha Muda Mandiri pada 2008. Sempat tak pede, akhirnya Alween ikut meski lawannya para pengusaha mentereng dengan jumlah pegawai lumayan mengeruk keuntungan.

Tak sia-sia, dia menang dan mendapatkan hadiah Rp 8 juta. Uang itu dipakainya untuk mengembangkan usaha. Bisik-bisik beredar, Alween memang dinilai juri sebagai wirausaha kreatif karena baru pertama kali ada di Medan jenis bisnis macam itu.

"Saya mulai merekrut beberapa orang untuk menjadi stafnya, usaha juga dikembangkan sebagai tempat pelatihan dan untuk mengenalkan usahanya, saya memanfaatkan Twitter dan Facebook," jelas Alween.

Punya modal sedikit dia terus mengembangkan usahanya. Dia kemudian mengembangkan usaha Digital Printing. Dari situ keuntungan yang didapat semakin menggiurkan. Dari lapak kecil tanpa pendingin udara, Alween membeli gerai di Grand Mal Palladium yang bersebelahan dengan Kantor Gubernur Sumut. Dengan sistem bagi untung, dia menempati gerai itu tanpa bayar sewa.

"Dari situlah pelanggannya dari mana-mana ada Aceh, Pekanbaru sampai ke Malaysia, China dan Singapura juga ada. Dan penghasilan saya menjadi Rp 60 juta per bulan," tambahnya.

Kesuksesan Alween membuat dirinya mendapat banyak penghargaan. Tak lupa kesuksesan dan keuntungan yang dia dapat dibagikan bersama pegawainya. Dia pun mulai menerapkan prinsip-prinsip Corporate Social Responsibility (CSR).

"Karena hobi, segela sesuatu yang dilakukan enak saja, tidak terasa berat. Jika di suatu massa mengalami kegagalan kita merasa tidak hanya sebuah tantangan dan harus dicoba lagi. Karena mencoba lagi satu keasyikan tersendiri," katanya.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Blog Search



ABOUT MERCHANDISE CUSTOM

Merchandise Custom Terletak di Pusat Kota Medan

Bersebelahan dengan Kantor Walikota Medan

Berada Tepat di Pusat Perbelanjaan Grand Palladium Mall

Merchandise Custom Merupakan Sebuah Perusahaan yang Bergerak di Bidang

Produksi Merchandise, Souvenir dan Aneka Product Custom

Merchandise Custom juga Memberikan Kesempatan Bagi para sahabat yang Ingin Belajar Berwirausaha

Untuk Menjadi Reseller ataupun Membuka Usaha Sendiri dengan Mengikuti

Program Kemitraan Narsis Digital Printing

STORE 1

Jl. Kapten Maulana Lubis no. 8
Grand Palladium Mall
Lantai II Blok SS 31 No. 5 & 6 Medan
Sumatera Utara - Indonesia

Hp : 0821 6108 4420

STORE 2

Jl. Kapten Maulana Lubis no. 8
Grand Palladium Mall
Lantai II Blok SS 50 No. 1 & 2 Medan
Sumatera Utara - Indonesia

Hp : 0822 7777 2826

MANAGEMENT

Jl. Kapten Maulana Lubis no. 8
Grand Palladium Mall
Lantai II Blok SS 10 No. 1 - 7 Medan
Sumatera Utara - Indonesia

Hp : 0822 7220 7968

TESTIMONI

  • Bapak Irwan Surya
  • Alween Ong Perlahan kudekati dia dan bertanya beberapa hal, terkesan sekali dengan sikap nya yang bersahaja, ramah, penuh senyuman dan satu lagi kurasakan ketulusan dari seluruh jawaban jawabannya. Aku tak ragu, nurani berkata, aku bisa memulainya disini, dengan nya, Alween Ong. Lalu secara sekasama kami merencanakan pekerjaan pekerjaan yang kuinginkan, dan Alween melayaniku dengan teliti dan aku percaya aku dapat mempercayainya, instuisi berkata demikian. Dan memang untuk order pertama, aku puas dan aku tetap merasakan ketulusannya. Seketika aku terkesima dengannya, di balik balutan jilbabnya dan baju muslimnya yang khas, dia sangat lincah dan enjoyable, sapaannya hangat, dan sangat bersahabat, aku sangat menikmati bekerjasama dengannya. Kemudian di komunikasi kami berikutnya tak ragu aku menyapa dengan sayang, karena pikirku dia pantas jadi anakku, mungkin dia tak jauh beda dengan usia anak sulungku, aku melihat ketekunan dalam usaha yg dia kerjakan, aku merasakan kasih nya yg memberdayakan orang disabilitas, perlahan aku mengamati bagaimana dia memberi perintah pada pekerjanya yg ternyata tidak bisa bicara, bisu...dan dia tetap dengan senyuman dan guyonannya yang khas, aku suka caranya. Dan pekerjanya nyaman bekerja dengan caranya, dan aku melihat bagaimana dia sendiri coba melayani semua pelanggannya dengan cara yg sama dan kelincahannya, kegesitannya, membuatku terbang pada masa aku masih seusianya.. Memang sekarang bisa dikata aku tak muda lagi, 49 menjelang 50 tahun, sudah tualah atau sedikit tua juga boleh deh. Tetapi yg pasti masih ada banyak semangat yg ingin kutularkan pada anak anak ku, pada sahabat sahabatku yg seusiaku, yg mulai sakit sakitan dan merintih payah..... Jauh dalam benakku yang dulu pernah terbersit, kembali aku mengingatnya seketika kulihat Alween Ong dalam kesehariannya di toko kecilnya, tapi ya ampun....ordernya tidak terhitung. Kemudian pun lewat BBM dia tak sungkan berbagi banyak informasi denganku yang menunjukkan siapa dia dengan banyak kegiatannya, dia share dan mengajak teman teman perduli dengan pengungsi Rohingya, mengajak berbagi kasih dengan mereka, aku nyaman dengan " sharing" annya, dia share acara seminar seminar yang diadakan dimana dia juga berperan didalamnya, dia share pembentukan kepengurusan komunitas usaha dimana dia juga terlibat di dalamnya, aku merasakan setiap energi yang dikeluarkannya, dia mengingatkanku lagi pada masa aku masih sekuat dia. Dan...akhirnya aku memacu diriku mewujudkan kembali mimpiku yang tertunda, kupikir akupun pasti bisa memulainya sekarang di usia senjaku, dan aku putuskan untuk ambil kelasku, corel draw...ah senangnya, di hari pertama aku belajar design kartu nama, dan aku berhasil membuat kartu nama seperti yang aku pikirkan, masih sederhana pasti, aku masih jauh dari jago...tapi aku melihat gairahku untuk berkarya kembali berkobar, karena aku melihat kegesitan nya dan itu memacuku lagi. Aku bersyukur mengenal dia, dan aku berharap banyak anak muda anak bangsaku mau belajar darinya, kerja keras dan berjuang, itulah hidup sebenarnya. Dan dia melayani semua pelanggannya dengan senyum ketulusannya. Aku terkesan dengan kesederhanaannya, dan kealimannya yang tak dapat disembunyikannya, tapi dia tetap Indonesia. Perlahan sambil lalu aku bertanya : dibelakang namamu kenapa ada "Ong" nya....dengan sumringah dia menjawab ku, oh iya ibu...ayahku"cina" ....dia tidak menutupi siapa dia dibalik balutan baju panjang dan jilbabnya yang hangat membalut tubuhnya. Karena dia bekerja untuk dirinya, dan dia berjuang mengekspresikan dirinya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain dan tidak akan pernah menganggu orang lain,dia berani dengan identitasnya. Dimasa reformasi yang kita agungkan ini, tapi yang membuat banyak orang kebablasan, bahkan anak bangsa sendiri pun tak lagi menghidupi kebhinekaan...kemajemukan Indonesia, aku bersyukur aku mengenal Alween Ong, aku bangga melihatnya, tanpa banyak bicara dia melakukan saja bagiannya, dan aku merasakan kasih dalam setiap gerakannya. Aku masih order ini dan itu, dan dia dengan sabar mencarikan untuk ku ini dan itu seperti yang kubutuhkan dan kuinginkan, dia berusaha bekerja tepat waktu dan harganya terjangkau....dia gak neko neko...dan aku tetap merasakan ketulusannya Dan sejauh ini, Alween Ong menyemangatiku lagi untuk belajar, belajar, dan menulisi lagi lembar lembarku yang lama tak kusapa, buktinya tulisanku ini, cukup enaklah buat dibaca..iyakan..iyakan....*senyum sendiri* Aku menulis catatan ku ini pukul 00.30 setelah aku menyelesaikan design 2 kartu nama, tadinya aku sudah berdoa dan merencanakan tidurku, tapi pikiranku menggelitiku untuk menulisi catatanku, dan aku duduk lagi dan mulai menuliskannya, menuliskan apa yang lewat di kepalaku sebelum nanti aku lupa. Terimakasih Alween...teruslah berkarya..memberdayakan kaum disabilitas, tersenyum ramah, kerja keras, murah hati dan bersedekah, minimal mimpiku menyeruak kepermukaan untuk kembali minta diwujudkan, entahpun tak sampai matang yang jelas aku sudah memulainya karena aku mengenal dan mengamati kegesitanmu. Jangan lupa makan ya....order boleh banyak, tapi kesehatanmu tetap yang utama Besok besok kalau aku sudah mahir, order boleh berbagikan...karena itu jugalah yang menjadi impiannya, menjadikan banyak wirausahawan yang mandiri lewat lembaga dan komunitas dimana dia aktif sebagai pengurusnya, dia tidak takut disaingi karena dia tidak merasa menjadi pesaing....rejeki orang masing masing, begitu mottonya. Terimakasih Tuhan aku mengenalnya, dan biarlah dia jadi berkat bagi banyak orang dengan caranya. Salut.....buat Alween Ong

    Bu Juliana Silalahi
  • Baru pertama x ny ke narsis digital...
    Awal liat dr lantai 1 tmptny da jd point of interest aja kak, trs seneng duduk di bangku yg disediakan disna smbil baca2 tulisan didinding ny adem, bnyk pelajaran dsna. Islami sekali.. Kakak2 dsna juga ramah... Apalagi td ada kk yg ramaaaah x, lupa nanya namanya kak, yg pertama kk yg agak sedikit tomboy n satu lg kk kk itu enggak pkk bj team narsis, dia meladeni dni dengan sangat baik n ramah ^_^
    Hasil puzzle ny jg bgs... Seneng dengan hasil nya kak. Jd tertatik jd member. Insyaallah nnt dni ksna lg n dftr lgsg jd member narsis heheheh....
    N smg nnt bs ktmu dgn kk n cerita bnyk ma kk....
    Mkin kagum ama ownernya
    Ini hasil cetakan puzzle ny kak...
    Awalny dni bwt ukuran 20x20 ternyata puzzlenya 20x15 klo g slh, untungny dni bw file mentahny, trs kk yg enggak pkk bj team ngasi solusi klo font ny digeser n dibesarin heheheh... Jdny begini, n memuaskan...
    Mksh bwt team narsis digital ^_^

    Andini Fitri Lubis
  • Narsis Mantap ^_^

    Nayla
  • Narsis Bagus Produknya keren-keren dan pastinya gak mengecewakan

    Kiki
Cek Ongkir
Propinsi
Kabupaten
Kecamatan
Berat Gram
LIVE FEED
    Please Like Us

    ORDER TRACKER

    Nomor Order:
    Email:
    Cek Order
    Merchandise Custom | Vendor Merchandise Perusahaan Terbaik © 2026. Alcompany Indonesia
    Mobile Site